Benoa, Masuk 18 Pelabuhan di Indonesia bagi Yachts

129
Sebuah kapal pesiar di Pelabuhan Benoa, Denpasar - foto: tribunnews
Sebuah kapal pesiar di Pelabuhan Benoa, Denpasar - foto: tribunnews

Baliluwih.com – Kementerian Perhubungan resmi membuka 18 pelabuhan bagi kapal wisata asing (yachts) untuk pelayaran dan perlombaan wisata dengan mengeluarkan peraturan pendukung.

MENTERI Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan dirinya telah membuka pelabu- han tersebut bagi kapal yachts asing, tetapi perizinan harus tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. “ Turunan dari Perpres yang mengizinkan kapal pesiar asing untuk ber- layar di Indonesia, tapi tentunya harus tetap mengurus izin,” ujarnya.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 171/2015 tentang Tata Cara Pelayanan Ka- pal Wisata Asing di Perairan Indonesia, Jonan menginstruksikan agar 18 pelabuhan bagi jenis kapal ini agar memberikan pelayanan yang sesuai dengan prosedur. NanƟnya, Surat Per- setujuan Berlayar (SPB) akan dikeluarkan oleh Syahbandar untuk memasƟkan pemenuhan kewajiban kepabeanan, karanƟna, imigrasi dan kepelabuhanan. Kapal wisata asing ini juga harus memiliki peralatan radio komunikasi dan AutomaƟc IdenƟficaƟon System (AIS).

Sementara itu Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, yacht atau perahu pesiar, menjadi daya tarik wisata bahari Indonesia di mata dunia. “Ada dua per Ɵga koral dunia lengkap dengan biota yang super unik itu ada di Indonesia. Karena itu, dengan mem- promosikan keindahan potensi bawah laut, pantai dan pulau – pulau di negeri ini, sudah cukup modal untuk menarik para yachter ke Indonesia. Potensi mariƟme kita bukan hanya isƟmewa, tetapi terbaik di dunia,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta, Rabu (16/3).

Kata-kata “terbaik di dunia” itu Ɵdak di –edit oleh Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini. Sergey Brit, Founder Google yang pernah bertemu Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Merdeka Barat juga sudah mem- beri kesaksian, setelah beberapa hari melihat bawah laut di Raja Ampat. CNN InternaƟonal 2015 juga sudah menempatkan Raja Ampat sebagai peringkat satu, lalu Labuan Bajo peringkat dua dunia untuk snorkeling site dunia.

“Baru setelah dua lokasi itu disusul Kepulauan Galapagos,” tutur Menpar Arief Yahya. Karena itu pula, wisata yachters didorong dan dikembangkan dengan rencana mem- bangun banyak marina atau dermaga yacht di tanah air. Kemenpar pun mulai menggarap Yachter Community Australia, 21 – 25 Maret 2016. Potensi pasar di sana ada 6.000 yachts, sehingga bisa memutar Rp 6 triliun dari pen- gelolaan wisata bahari ini, dimana spending satu yacht itu rata – rata Rp 1 milyar. Target itu masuk akal untuk dicapai, karena birokrasi dan perizinan yang selama ini menghambat, sudah dipangkas.

Ada Per- aturan Presiden 105/2015 yang memayungi pengurusan dokumen CIQP (custom, immigra- Ɵon, quaranƟne, port) di 18 pelabuhan. Ke 18 pelabuhan sebagai ƟƟk keluar – ma- suk perahu pesiar yang diatur dalam Perpres tersebut adalah: Sabang (Aceh), Belawan (Medan), Teluk Bayur (Padang), Nongsa Point Marina (Batam), Banda Binta Telani (Bintan), Tanjung Pandan (Belitung), Sunda Kelapa dan Ancol (Jakarta), Tanjung Benoa (Bali), Tenau (Kupang), serta Kumai (Kotawaringin Barat). Selain itu, Tarakan, Nunukan (Bulungan), Bi- tung, Ambon, Saumlaki (Maluku Barat), Tual ( Maluku Tenggara), Sorong, dan Biak. Yacht bisa langsung sandar di pelabuhan – pelabu- han Indonesia dengan system online. Pros- esnya tak lama. Semua clear dalam hitungan jam.  BTNewspaper/AN/NB