Gunung Agung “Tenang”, Pariwisata Bali Menggeliat

118
Gunung Agung (foto: dok Kementerian Pariwisata)

KARANGASEM – Pariwisata Bali dipastikan segera menggeliat kembali, setelah status Gunung Agung diturunkan dari level IV atau awas ke  level III atau siaga, Sabtu, 10 Februari 2018.

“Dari pengamatan kegiatan vulkanis Gunung Agung selama hampir satu bulan terakhir, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan untuk menurunkan status dari awas menjadi siaga,” kata Menteri ESDM, Ignatius Jonan, di Pos Pantau Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem.

Radius zona bahaya Gunung Agung juga diturunkan menjadi empat kilometer, dari sebelumya enam kilometer, dari puncak Gunung Agung.

Pemberitaan luas mengenai penurunan status Gunung Agung tentu semakin meyakinkan wisatawan di berbagai belahan dunia bahwa Bali aman untuk liburan.

Sebelumnya pariwisata Bali sempat limbung terdampak erupsi Gunung Agung. Sejumlah hotel, restoran dan café sampai merumahkan sebagian karyawan  karena sepi pengunjung. Belakangan, upaya pemerintah  meyakinkan dunia internasional bahwa pacsa erupsi Gunung Agung Bali aman untuk liburan membuahkan hasil. Sejumlah Negara mencabut travel warning bagi wargnya yang hendak melancong ke Bali.

Pantai Kuta , misalnya, dipadati turis pada musim libur akhir tahun 2017. Nah, sebentar lagi Bali kembali didatangi banyak wisatawan. Tak kurang dari 15.000 wisman Tiongkok  akan merayakan Hari Raya Imlek, yang jatuh pada 16 Februari 2018, di Bali.

Setelah Gunung  Agung ‘tenang,’ perlahan tapi pasti pariwisata Bali akan bangkit.  (Eni Saeni Djudira)