Menteri Arief : Kawasan Mandeh dan Mentawai Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

176
Panorama menawan di Kawasan Mandeh. (foto:ist)

Baliluwih.com, Padang — Pemerintah akan  menjadikan  kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan begitu diharapkan kesejahteraan warga setempat akan  meningkat.

“Sumatera Barat bisa punya dua Kawasan Ekonomi Khusus yaitu di Mentawai dan Mandeh,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam Seminar Nasional Hari Pers Nasional 2018  di Hotel Grand Inna  Padang, Rabu,  7 Februari  2018.

Kawasan Mandeh  kurang lebih seluas 8.000  hektare terdiri dari deretan pulau-pulau dengan pantai elok serta  lautnya tenang dan biru. Beberapa pulau besar disana antara lain  Pulau Taraju, Pulau Setan Kecil, Pulau Sironjong Besar dan Kecil, dan Pulau Cubadak . Mandeh antara lain memiliki  70 hektar  terumbu karang yang sangat terawat, 4 hektar  hutan mangrove.

Sementara Kepulauan Mentawai berada di Samudera Hindia dihuni oleh Suku Mentawai. Pulau yang besar  disana yakni  Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan, Pulau Sipora dan Pulau Siberut. Untuk mencapai Pulau Siberut dibutuhkan waktu 10 sampai 12 jam menumpang motor boat dari Kota Padang. Kepulauan Mentawai antara lain dikenal sebagai surganya para peselancar.

Menteri Arierf  menegaskan,  pemerintah mendorong  pariwisata Sumbar menjadi maju agar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Karenaya, ia meminta Pemerintah Daerah Sumatera Barat  memberi perehatian serius pada sektor pariwisata.

Dalam seminar dengan tema  “Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur Menuju Industri Pariwisata yang Modern’”  Menteri Arief  juga mengatakan Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional.

“Bapak Presiden  menetapkan target  kunjungan wisatawan mancanegara tahun  2019 sebanyak  20 juta orang,”  ujar pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu. (Wisnu Wardana)